Wisata Alam Kakek Bodo Tretes


tretes

Jawa Timur memiliki keindahan alam yang tidak kalah dengan daerah lain. Banyak sekali tempat-tempat unik yang belum di eksplorasi secara maksimal. Sehingga membuat minat pengunjung berkurang untuk mendatangi tempat wisata di daerahnya sendiri. Salah satunya adalah Wana Wisata Kakek Bodo, tempat wisata paling favorit saya bila hari libur.

 

Kakek Bodo lebih dikenal masyarakat Jawa Timur karena air terjunnya. Lokasinya berada di daerah Tretes, Kecamatan Prigen, Pasuruan, Jawa Timur, tepatnya di lereng gunung Welirang. Air terjun ini dikelilingi oleh Hotel dan Villa yang berdiri berdekatan. Terletak di daerah berdataran tinggi membuat suasana tempat wisata ini nyaman, menyegarkan dan jauh dari kebisingan.

 

Alasan saya memilih tempat wisata ini tidak lain karena tempatnya berada didaerah pegunungan dengan suhu udara yang dingin sehingga mampu mengembalikan beban pikiran menjadi kembali segar.

Jalan menuju Tretes ini beraspal halus. Sesekali jalan nya berupa tanjakan tajam sehingga harus berhati-hati dalam mengatur gigi motor. Pemandangan yang saya temui selain rumah penduduk adalah sawah yang menghijau cantik. Selain itu ada Candi Jawi yang berdiri disela-sela rumah penduduk. Villa-villa juga bertebaran dikawasan ini. Setidak nya ada 3 papan penunjuk arah yang dapat ditemui yang menunjukkan bahwa sepanjang jalan menuju Tretes terdapat air terjun. Yakni Air terjun Alap-alap, Air Terjun Putuk Truno dan Sengguruh.

Eits.. jangan salah sangka dulu, khusus untuk parkir motornya setelah melewati jalan tanjakan tinggi itu kalian harus belok lagi dengan melewati jalan tanjakan yang lebih tinggi sebagai tempat menyimpan motor. Perlu kehati-hatian tinggi untuk melewati tempat parkir ini, supaya tidak tergelincir.

 

Setelah memarkir motor kalian harus berjalan turun untuk menuju pintu masuk tempat wisata ini. Agak sedikit kaget sih bahwa harga tiket masuknya sekarang naik 2 kali lipat. Dari 4.000 menjadi 8.000 rupiah/orang. Anak usia diatas 5 tahun harus bayar penuh. Gapapa, masih wajar..

 

Pertama kali memasuki gerbang masuk, suasana alam sangat kental terasa. Tanaman  yang di desain sedemikian rupa dibentuk menjadi atap memanjang sebagai hiasan untuk menyongsong pengunjung. Ditambah jajaran anak tangga sebagai medan yang akan kalian lalui hingga mendekati air terjun menjadi alternative olah raga kaki.

Tidak jauh dari pintu masuk terdapat kolam renang dengan biaya masuknya 5 ribu rupiah.Tumpukan batu berukuran besar dan kecil seolah menjadi keindahan tersendiri. Tanaman dan pohon yang tinggi menjulang menjadi kelebihan daya tarik selain melihat pesona alam di bawah sana yang tampak air mengalir deras di sebuah anak sungai.deras

Pemandangan alam dilihat dari kawasan hutan Kakek bodo, tampak sungai yang airnya mengalir deras dan diatasnya terdapat Villa dan rumah penduduk.

Pohon pinus yang berdiri disepanjang jalan setapak serta anak tangga yang menambah kenyamanan pengunjung

Capek melewati anak tangga? Tenang saja.. disini banyak sekali arena peristirahatan. Baik itu sekedar leyeh-leyeh melepas lelah di sebuah batu berbentuk bangku, gazebo dari bambu untuk lesehan, juga arena bermain anak-anak berupa ayunan.

Disini juga terdapat bumi perkemahan bila ingin menginap.

Lapar? Gak usah bingung juga, banyak penjual makanan di area ini. Ada bakso, sate, jagung bakar, sampai nasi bungkus.wc

Tampak Toilet yang bersebelahan dengan tempat peristirahatan. Dan bangku sebagai sebagai tempat leyeh-leyeh.

Arena bermain yang hanya terdiri dari ayunan

Deretan warung makan

Mendekati air terjun terdapat sebuah makam yang terawat rapi dan di keramatkan oleh penduduk setempat. Makam itu adalah makam nya Kakek Bodo, sesuai dengan nama air terjun. Konon ceritanya ada seorang Kakek yang bekerja kepada keluarga Belanda. Sang Kakek ini ingin menjauhkan diri dari kepentingan duniawi dan memilih menyepi sambil bertapa di sekitar air terjun. Untuk meluluskan niatnya itu sang Kakek meninggalkan keluarga Belanda. Karena pelariannya itu keluarga Belanda marah dan menyebutnya sebagai Kakek yang bodoh. Setelah bertapa sang kakek mempunyai kelebihan dan digunakan untuk membantu kesulitan para penduduk. Setelah meninggal, oleh penduduk sang Kakek di makamkan disekitar  pertapaannya yang tidak jauh dari air terjun. Maka disebutlah air terjun ini Air Terjun Kakek Bodo.

Sekelumit Riwayat Kakek Bodo

Setelah berjalan beberapa meter maka akan terdengar gemericik air berpadu gesekan daun yang tertiup angin, semakin menambah romantisnya suasana alam.

Mendekati air terjun terdapat jalan setapak yang tampaknya agak berubah posisinya dari pemandangan sebelumnya yang pernah saya lihat. Mungkin habis ada longsor..

Sebelumnya, jalan setapak ini langsung menuju ke air terjun dan pengunjung tidak perlu bersusah payah melewati jalan bebatuan untuk sampai di air terjunnya.

kemarin yang saya lihat adalah jalan setapak itu terkikis sehingga menjadi 2 jalur. Jalur atas menuju ke sebuah bangunan yang mirip beranda. Disana kita bisa berdiri sambil sekedar melihat air terjun dari dekat bila tak mau basah-basahan atau juga langsung ke air terjunnya dengan tak perlu bersusah payah melewati bebatuan berukuran besar. Sedangkan jalur bawah medannya lebih ekstreem lagi karena untuk melewati air terjun kita harus mau dan pasti berbasah-basahan karena melewati batu besar yang alirannya deras, kalau boleh saya bilang jalan ala ‘jejak petualang’.

Dan saya memilih yang jalur bawah, penuh rintangan.. Biarlah Celana basah, baju basah yang penting hati puas, toh nanti waktu jalan pulang juga kering..

Air terjun ini alirannya sangat deras. Memiliki ketinggian terjunan air sekitar 40 m. Otomatis bila kita ingin foto didepan air terjun, baju kita akan basah terkena biasan air.

Lalu, dengan keindahan alam serta sejuta potensi yang dimiliki Wana Wisata Kakek Bodo mengapa pengunjungnya hanya sedikit saja?  Seperti apa yang saya lihat dan saya temukan, menurut saya alasannya adalah:

1. Kurang dikenal. Menurut saya hanya sedikit masyarakat Jawa Timur yang tau daerah Pandaan, tetapi tidak sedikit yang tau tentang keindahan alam pegunungan Prigen. Banyak orang sudi berkunjung ke Taman Safari Pandaan, setelah itu berlanjut ke Batu-Malang, tetapi kenapa mereka tidak sekalian mampir ke Kakek Bodo? Padahal rutenya melewati. Dari Terminal Pandaan ke kawasan Tretes sekitar 20 km saja, sedangkan ke Malang? Jarak Pandaan – Malang sekitar 70 km!

2. Kurang Promosi. Promosi Pariwisata itu perlu untuk mengenalkan potensi alam yang ada, sayangnya dibandingkan dengan BNS (Batu Night Spectakuler), Taman Safari, Jatim Park, tidak diikuti oleh Wana Wisata Kakek Bodo. Banyak sekali saya lihat plang besar disepanjang perjalanan antara Pandaan-Pasuruan yang mengenalkan wisata tersebut, sticker yang ditempel dibelakang mobil juga ada, tetapi dari beberapa macam bentuk iklan itu tidak ada iklan tentang air terjun  Kakek Bodo.

3. Tidak ada  Satwa. Seperti gambar yang ada di pintu masuk wisata Kakek Bodo ditunjukkan terdapat kera, burung dan satwa lainnya, tetapi ketika saya lihat didalam, satwa itu tidak ada. Bahkan suara burung pun sunyi. Entah lah apakah satwa itu sedang di’simpan’ terkait keselamatannya karena ditakutkan terjadi longsor atau bencana alam akibat cuaca yang tidak bersahabat. Berbeda ketika saya berkunjung sebelumnya, kera menjadi jujugan pengunjung dan burung pun bersahutan menambah khas suasana alam.

4. Keamanan Lokasi. Wisata alam rawan terjadi bencana. Untuk menghindari terjadi kecelakaan terhadap pengunjung seharusnya ada petugas yang berjaga di sekitar lokasi yang paling ramai jadi jujugan orang, misalnya di sekitar air terjun. Tetapi beberapa kali saya kesana tidak ada satu pun petugas yang berjaga disana. Petugas itu hanya berjaga di pintu masuk utama dan pintu masuk kolam renang. Sehingga menyulitkan pengunjung bila ada yang mengalami celaka sedangkan untuk memanggil petugas pun harus berlari dulu ke pintu utama.

5. Kurangnya sarana permainan. Namanya saja Wana Wisata, sudah jelas terdapat hutan lengkap dengan pepohonannya. Pengunjung selain bisa mengenal jenis tanaman dan air terjun sebaiknya ditambahkan lagi arena permainan seperti outbond. Sehingga memungkinkan orang untuk berlama-lama menghabiskan waktu disana bersama keluarga. Tidak hanya datang, ke air terjun, foto-foto lalu pulang! Sepanjang yang saya lihat permainan yang tersedia hanya ayunan dengan kursi berhadapan. Tetapi bukan anak-anak yang menikmatinya melainkan pasangan kekasih..

6. Tidak ada tempat sampah. Sepanjang melewati jalan setapak mulai pintu masuk hingga mendekati air terjun, saya tidak melihat ada tempat sampah, sehingga banyak dari pengunjung yang membuang bungkus bekas makanan disembarang tempat.

7. Kios oleh-oleh nya kurang banyak. Biasanya disekitar lokasi wisata terdapat banyak penjual pernak-pernik dan makanan khas daerah setempat. Di Kakek Bodo ini saya perhatikan hanya ada 1 penjual kaos bertuliskan Kakek Bodo dan itupun terdapat didalam lokasi, disamping penjualan tiket. Alangkah baiknya bila disekitar lokasi parkir mobil yang luas dibuat kios-kios kecil yang menjual pernak-pernik dan makanan khas ala kota Malang seperti keripik buah dan buah-buahan. Sehingga pengunjung memiliki kenangan tersendiri. Ketika saya masuk lokasi itu sebenarnya saya ingin menyimpan sobekan karcisnya untuk kenang-kenangan, sayangnya ketika saya tunjukkan dan akan saya minta balik, karcis itu diminta petugas, yah.. jadinya saya tidak memiliki bukti bahwa saya habis berkunjung ke situ deh..

8. Ongkos Parkir Mahal. Tempat parkir yang aman dan nyaman merupakan dambaan banyak pengunjung. Berapapun harganya pasti dibayar asal harga karcis yang tertera sama seperti yang dibayarkan. Pada kunjungan saya kemarin itu agak kaget saya ketika ditarik ongkos parkir 4.000 rupiah sedangkan dikarcis tertera 1.000 rupiah, jauh banget selisihnya..

9. Mengandalkan promosi lewat internet. Selain banner, pamflet, dan sticker, Banyak tempat wisata yang mengandalkan jejaring sosial, website dan blog untuk menarik minat pengunjung. Ketika saya browsing di jejaring sosial serta google tidak saya temui id dan website resmi milik pengelola Wana Wisata Kakek Bodo. Dengan cara ini saya rasa sangat efektif supaya pengunjung tertarik untuk datang, karena tidak sedikit sebelum mengagendakan acara liburan orang mencari tau tempat liburan yang nyaman melalui internet.

10. Tidak ada area hotspot. Sesuai namanya Wana Wisata yang berarti hutan sebagai tempat rekreasi seringkali hanya mengandalkan alam asri yang hijau. Tetapi tidak ada salahnya kan bila sebuah tempat rekreasi dengan ruang terbuka diberi tambahan akses wifi sehingga memungkinkan bagi orang tua yang ingin bersantai sejenak sambil menunggu anak bermain sekaligus mengupdate status di jejaring sosial. Satu cara ini berpotensi sebagai sarana promosi untuk memancing peningkatan jumlah pengunjung paling tidak setelah melihat status dan foto milik teman banyak orang untuk datang berkunjung. Karena dari penglihatan saya banyak pengunjung yang beristirahat menghabiskan waktunya dengan  merokok, sayang sekali bukan, udara yang sejuk harus dikotori oleh polusi.

11. Mengundang Blogger. Blogger adalah aset yang tak ternilai bagi kemajuan sebuah perusahaan atau instansi untuk mengenalkan dan mereview produk mereka. Terkadang tanpa diminta pun para blogger akan memposting sesuatu yang pernah di lakukan atau dikunjungi dengan bahasa yang apa adanya. Nah supaya tempat wisata Kakek Bodo ini dikenal luas maka tidak ada salahnya bila pengelola perlu mencoba untuk mengundang para blogger melalui komunitas blogger lokal dan tentunya memberikan tiket gratis untuk kemudian para blogger yang mendapat tiket itu diminta mereview tentang tempat yang telah mereka kunjungi. Dengan cara ini saya optimis Kakek Bodo akan dikenal tidak saja dari masyarakat Jawa Timur tetapi seluruh pelosok Indonesia, bahkan manca negara. Karena bukan rahasia lagi bahwa tulisan blog yang menarik dan keyword yang tepat akan dikenali oleh mesin pencarian google.

Oya, untuk menuju ke tempat wisata ini tidak sulit kok.  Bagi teman-teman yang ingin datang ke Kakek Bodo bisa menumpang Bus dari terminal Purabaya (Bungurasih) lalu turun di terminal Pandaan. Ongkosnya sekitar Rp. 6.000 – 7.000.  Dari terminal Pandaan naik aja angkutan desa (Colt L 300 ) minta turun di Kakek Bodo. Ongkosnya sekitar 5.000 – 6.000. Jangan kuatir nyasar, dari terminal Pandaan banyak kok barengannya, biasanya para pendaki Gunung Welirang dan Arjuna..

Yuk bersama-sama mengenalkan potensi wisata daerah kita, sayang kan bila didaerah kita banyak tempat wisata namun kurang diekspos, dari pada sibuk ke Mall mending mengenal daerah sendiri..

Bagaimana rasanya ya seandainya diadakan kopdar blogger di Wana Wisata Kakek Bodo ini. Bisa ngobrol bareng sambil main air, berbasah-basahan lalu foto bersama-sama selanjutnya beramai-ramai  posting di blog. Seru kali ya..

 

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s